Jumat, 30 Mei 2014

"Rinduku kepadamu Duhai kekasihku"

Andai saja dulu aku tak mengenalmu
Mungkin...
Aku akan menganggap cinta itu menyakitkan
Dan andai saja kita tak terbatas jarak yang sangat jauh
Mungkin...
Aku tak akan pernah tau arti kerinduan
Bersamamu hati ini terasa damai kekasihku
Jiwaku tenang bersamamu
Ini semua karena kehadiranmu
Yang telah merubah segalanya
Hatiku yang dulu pernah terluka
Kini dapat tersenyum kembali karenamu
Kasih...
Aku merindukanmu
Pulanglah kasih
Aku disini menantimu

by: Annisa
"Cinta Yang Suci"

Wahai hati
Bersabarlah dalam menanti
Yakinlah pada janjinya yang pasti
Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih

Wahai jiwa
Percayalah bahwa janjinya nyata
Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya
Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hamba-Nya

Wahai raga
Tetaplah istiqomah dalam asa
Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita
Seberapa sabar kita dalam menunggu
Seberapa kuat saat kita tertatih
Dan seberapa tegar kita saat rapuh
Segala uji dan cobaNya tak pernah ada yang sia-sia
Dibalik itu semua
Pasti ada hikmahnya
Bersabarlah untuk suatu keindahan
Kebahagiaan itu pasti akan datang
Untuk KITA
Disaat yang indah
Diwaktu yang tepat

By: Annisa

Jumat, 16 Mei 2014

KESETIAAN DAN KERINDUAN

Sunyi lengang alam terbang
Dilangit mengerlip ribuan bintang
Bulan memancarkan cahaya terang
Didalam hatiku,
Engkau menjadi pelangi yang agung nan syahdu

Dan angin yang manja
Meniupkan kerinduan padaku
Untuk dapat bertemu denganmu,
Tapi jarak yang terlalu panjang
Membentang sebuah ruang
Antara kamu dan aku
Hingga kita terasing
Satu sama lain

Walau kita terhalang oleh sebuah waktu
Tapi kita kan selalu menunggu sampai menyatu

Walau saat ini jarak memisahkan kita
Aku tetap berharap kamu akan selalu setia
Cinta ini, rasa ini, dan rindu ini akan selalu kujaga
Demi cinta kita berdua

Tapi, putih rinduku, seputih cintaku
Adalah cinta dalam kesetiaan dan kerinduan,
Kesetiaan yang selalu aku tancapkan
Kini telah menjadi sebuah keyakinan

By: Ahmad Nurfaid
Special dedication for: Afa :)


https://www.facebook.com/notes/nurfaith-ahmad/kesetiaan-dan-kerinduan/291845047650516

Kamis, 15 Mei 2014

EXPERINTIAL LEARNING

Kejadian Dalam Kehidupan

Setiap hari kita mengalami ribuan kejadian, baik kejadian yang sesuai dengan harapan, maupun kejadian yang tidak sesuai dengan harapan. Pengalaman-pengalaman yang dialami dijadikan bahan untuk proses selanjutnya. pada tahap ini kita harus peka dan objektif terhadap kejadian yang dialami. Bisa saja ada pengalaman yang baik, tetapi terlewatkan begitu saja. Namun, jangan sampai menambah-nambah pengalaman yang sebenarnya tidak kita alami. Pengalaman ada dua jenis:
  1. Pengalaman langsung=> pengalaman yang terjadi dan dirasakan oleh kita sendiri. panca indra dan rasa kita terlibat mengalami kejadian tersebut.
  2. Pengalaman tidak langsung=> pengalaman yang terjadi pada orang lain dan kita mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan lengkap dari orang yang mengalami.

REFLEKSI
Tahap ini berusaha secara objektif melakukan refleksi sebab akibat dari kejadian atau pengalaman. proses refleksi harus dilakukan dengan jujur, hati-hati, dan terbuka. Semakin bagus proses refleksi yang dilakukan semakin mudah melakukan penarikan hikmah. Sebaliknya, jika proses refleksi kurang baik  maka input untuk mengambil hikmah kurang atau tidak tepat. Inilah yang menyebabkan penarikan hikmah menjadi bias.

HIKMAH
Tahap ketiga adalah proses penarikan in sight atau aha experience atau hikmah dari kejadian. Hikmah yang diambil diusahakan memiliki kriteria berikut; objektif (tidak menambah-nambah), solutif, bersifat umum(general), menggerakkan orang untuk melakukan perubahan..
Tahap pengambilan hikmah harus melibatkan hati nurani agar Allah Swt. membimbing kita mendapatkan hikmah yang terbaik menurut-Nya.

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN NYATA
Tahap terakhir adalah melakukan aplikasi dari  hikmah yang didapat. Hikmah akan bermanfaat dan menjadikan perubahan jika kita mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Tanpa tahap ini maka tiga tahap sebelumnya tidak ada artinya.

Chalil MK.2007. Hikmah di Balik Fenomena Kehidupan. Bandung: Pustaka Madani

=== AHMAD NURFAID wong Rembang Asley ===

Kenangan kita bersama

Terukir sejuta kenangan di dinding sekolah
Di setiap sudut sekolah memiliki cerita yang tak pernah kulupakan
Gerbang yang selalu menyapa selamat datang dikala pagi

Pulang sambil bermain
Sapa, canda, dan tawa teman berseragam,
Takkan pernah terdengar lagi
Kini, semua ini telah menjadi kenangan indah
Yang takkan pernah kulupakan :)

By: Annisa

Sabtu, 19 April 2014

BIOGRAFI R.A. KARTINI


BIOGRAFI R.A. KARTINI

 Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara Jawa Tengah tanggal 21 April 1879. R.A. Kartini lahir dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yakni bupati Jepara dengan M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dan dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Dengan keterampilannya berbahasa Belanda, Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda. Disitulah ia mencurahkan segala unek-uneknya tentang ketidakadilan yang dirasakannya akan beberapa hal yang ia anggap memojokkan wanita pada waktu itu. Kartini menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. [Seabad Kontroversi Sejarah, Asvi Warman Adam, Ombak, 2007, hal 14 – 20.]
“Manusia itu berusaha, Allah-lah yang menentukan” [Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900].
“Akan lebih banyak lagi yang saya kerjakan untuk bangsa ini bila saya ada di samping seseorang laki-laki yang cakap, yang saya hormati, yang mencintai rakyat rendah sebagai saya juga. Lebih banyak, kata saya, daripada yang dapat kami usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri. “  [Habis Gelap Terbitlah Terang, hlm. 187].

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902].

=== AHMAD NURFAID wong Rembang Asley ===

Kamis, 02 Januari 2014

RINDUKU PADA LONTONG TUYUHAN

Mendengar kata-kata lontong, bayangan kita pasti terbayang dengan makanan siap saji berasal dari beras yang dimasak dengan dibungkus daun pisang berbentuk bulat lonjong. Cara penyajiannyapun ditemani sayur berkuah kental semacam opor. Lontong Tuyuhan, makanan khas Rembang yang lebih tepatnya berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang ini, cara penyajiannya juga hampir sama dengan yang pernah dirasakan masyarakat lain dari sejumlah daerah, perbedaannya hanya pada lauknya berupa opor ayam yang dibuat lebih pedas dari opor yang terbiasa dibuat masyarakat.
Opor ayam khas Tuyuhan ini tidak perlu ada penambahan cabai atau sambal, karena kuahnya sudah terasa sangat pedas.
Kekhasan lainnya, terletak pada bentuk lontongnya yang berbentuk segitiga dengan dibungkus daun pisang dan cara menjajakkannya juga cukup sederhana seperti halnya pedagang kaki lima yang dijajakkan dengan dipikul menyusuri jalan raya.
Awalnya, lontong tuyuhan tersebut disajikan menyusuri jalan-jalan protokol untuk melayani masyarakat yang memang sedang lapar.
Saat ini, sebagian pedagang mendapatkan fasilitas tempat mangkal, sehingga pengunjung dari luar kota yang hendak merasakannya cukup memilih di antara para pedagang yang menempati kios-kios secara berjajar. Lokasi yang menjadi sentra pedagang ini berada di Desa Tuyuhan dengan jarak tempuh dari Kota Lasem, Rembang sekitar 2,5 kilometer. Lebih tepatnya dari Masjid Lasem ke arah selatan.
Bagi anda yang tak ingin repot-repot ke sentranya, cukup datang ke Alun-alun Rembang pada malam hari, karena banyak pedagang Lontong Tuyuhan yang menjajakkan masakan khas Rembang ini.
Selain bisa menikmati suasana keramaian di Alun-alun Rembang pada malam hari, anda juga bisa menikmati pemandangan bangunan Masjid Agung Rembang yang berdiri megah tepat di depan Alun-alun.
Menikmati Lontong Tuyuhan tidak harus merogoh kocek terlalu besar, karena harga satu porsi Lontong Tuyuhan beserta minumannya hanya sekitar Rp10.000.
Tempat yang juga menjadi sentra penjualan Lontong Tuyuhan ada di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, kabupaten Rembang. Jarak dari Kota Rembang ke lokasi tersebut memang cukup jauh, karena mencapai 8 kilometer. Akan tetapi, di lokasi tersebut terdapat belasan penjual Lontong Tuyuhan di sisi kanan maupun kiri jalan. Setelah menikmati Lontong Tuyuhan ini, anda dijamin pasti akan ketagihan dengan kelezatannya, rasa pedasnya yang menggoda, serta keramahan para penjualnya. (Ahmad Nurfaid)