Selasa, 18 November 2014

mimpi kecilku tadi malam

Suatu hari ada seorang pengembara yang sedang sedang tersesat diperantauan, karena kehabisan bekal, maka pengembara tersebut mulai lapar dan akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon. Beberapa waktu kemudian datanglah saeorang petani yang menghampiri pengembara tersebut. Setelah sang pengembara menceritakan keadaannya, diajaklah sang pengembara tersebut kerumah petani tersebut. Sang pengembara disuguhi bermacam –macam makanan dan harta benda, Sang pengembara-pun bingung.”mengapa kisanak memberikan semua harta benda kisanak ini pada saya?”.tanya sang pengembara pada petani. Sang petani-pun menjawab,”semua ini bukanlah milik saya,semua ini hanyalah milik ALLAH semata”. Kenapa kisanak sangat berbaikhati pada saya? sungguh kisanak adalah manusia paling baik yang pernah saya temui di dunia ini”,balas sang pengembara. Sang petani tersenyum lalu kembali menjawab,”ah, ini hanyalah kebetulan, karena tepat pada hari ini adalah hari ulang tahunku. Alangkah berartinya hari ini apabila pada hari ulang tahunku ini aku bisa berguna bagi orang lain”. Sungguh mulianya sang petani tersebut. Kemudian pengembara tersebut menjabat tangan petani dan mengucapkan ”SELAMAT ULANG TAHUN SAUDARAKU, semoga panjang umur dan dapat lebih banyak lagi menebar kebaikan”.

Diambil dari perbincangan dalam mimpi, Bogor, 19 November 2014
Nurfaith ahmad©
*karena mimpi ini muncul tgl 19 November, maka tulisan ini kupersembahkan untuk semua saudaraku yang berulang tahun tgl 19 November

Minggu, 16 November 2014

KMNU IPB launching halaqoh untuk mahasiswa baru



BOGOR,
Keluarga Mahasisawa Nahdhatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor menyelenggarakan acara pembukaan halaqoh untuk mahasiswa baru bertempat di ruang kuliah Fakultas Kehutanan IPB pada Kamis (13/11/2014). Forum halaqah ini diadakan bertujuan
untuk mempererat kekeluargaan antar anggota secara personal agar memotivasi dalam pencapaian baik akademik maupun non-akademik. Selain itu, sebagai sarana saling mengingatkan antar anggota untuk mengistiqomahkan ibadah dan tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah (aswaja) serta untuk memperdalam wawasan Keaswajaan, Ke-NU-an, Ke-KMNU-an.

Acara ini dibuka oleh Ketua KMNU IPB, Achmad Mujib, dengan memberikan sambutan yang berisi semangat dan motivasi agar mahasiswa baru bisa mengikuti Halaqoh dengan penuh semangat dan keistiqomahan.

“Forum ini sangat baik. Semoga forum halaqah ini terus berlangsung secara istiqamah,” harap Mujib.

Pada forum ini mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri atas 5-7 orang dengan 1-2 pemandu. Di sesi ini, mereka membuat kesepakatan untuk menentukan waktu pertemuan halaqah setiap pekannya.

M. Zimamul Adli, Mantan Ketua KMNU IPB yang dalam kesempatan ini menjadi pemateri menyampaikan sebuah petuah pendiri NU yaitu “Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya”. (KH. Hasyim Asy’ari) dan “Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah ! kalau sampai tidak makan, komlainlah aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati maka tagihlah kebatu nisanku”. (KH. Ridwan Abdullah)

Acara terakhir dalam kegiatan ini adalah pencalonan mahasiswa baru sebagai ketua angkatan 51 untuk Nahdliyyin dan Nahdliyyat . Selanjutnya ketua angkatan akan dipilih dalam kegiatan “ASWAJA YOUTH CAMP” pada hari Ahad (16/11/2014) dan akan dilantik bersama pengukuhan mahasiswa baru sebagai anggota KMNU IPB pada saat puncak pengkaderan “Isti’laul Qudroh” yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2014.

 Artikel terkait:



Up Grading KMNU IPB Menghadirkan Trainer Internasional

BOGOR,
KMNU IPB mengadakan acara Up Grading Pengurus dan Angkatan 50 KMNU IPB, Sabtu, 8 November 2014. Bertempat di ruang kuliah Fakultas Kehutanan, acara ini mendapat apresiasi yang sangat besar dari para peserta karena dihadiri oleh Moh. Subagio, trainer sekaligus CEO Moh Subagio & Co, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan berlevel nasional dan internasional. Bertema Optimalisasi Potensi dalam Satu Sinergi KMNU IPB, Moh Subagio banyak menyampaikan tentang segala hal yang berkaitan dengan potensi diri, mengatasi minder, sampai cara menyikapi kegagalan. Acara yang dikemas secara santai, disertai humor dan melibatkan tanya jawab dari para peserta ini membuat suasana menjadi menyenangkan dan dinilai sangat bermanfaat bagi pengurus dan anggota KMNU IPB angkatan 50.
Up Grading KMNU IPB Menghadirkan Trainer Internasional

Dalam sambutannya, Pembina KMNU IPB, Bapak Jaenal Effendi, PhD menyampaikan harapannya dengan diselenggarakannya Up Grading pengurus dan angkatan 50 KMNU IPB. Menurut Beliau, banyak potensi yang ada pada mahasiswa-mahasiswa NU, yang notabene berasal dari desa dan pesantren. Sayangnya, potensi-potensi tersebut kurang dapat dimaksimalkan bahkan tidak dapat dimunculkan karena, salah satunya sifat kurang percaya diri yang melekat pada mahasiswa KMNU IPB. Beliau berharap melalui acara yang dihadiri oleh trainer handal ini, para pengurus dan anggota KMNU IPB dapat belajar sebanyak-banyaknya dan menemukan potensi diri agar KMNU IPB lebih berkembang lagi.

Pembina KMNU IPB yang lain, Pramudya Susilo mengungkapkan pandangannya tentang sifat orang Asia dibandingkan dengan Barat dalam hal kemampuan di tempat kerja. Pria yang bekerja di salah satu perbankan asing ini berujar, "Orang Indonesia sebenarnya pintar-pintar. Kelemahannya adalah dalam keberanian berkomunikasi atau menyampaikan pendapat."

Untuk itu, Pramudya berharap acara Up Grading pengurus dan angkatan 50 KMNU IPB ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kemampuan berkomunikasi.

Up Grading pengurus dan angkatan 50 KMNU IPB merupakan salah satu dari serangkaian acara KMNU day yang diprakarsai oleh Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia KMNU IPB masa khidmah 2014-2015.

Artikel terkait:
http://kmnu-ipb.net/2014/11/up-grading-kmnu-ipb-menghadirkan-trainer-internasional/
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,55628-lang,id-c,daerah-t,KMNU+IPB+Motivasi+Pengurus+Maksimalkan+Potensi-.phpx

Minggu, 09 November 2014

HIMPUNAN KELUARGA REMBANG DI BOGOR MENYELENGGARAKAN SIANG KEAKRABAN



Bogor, HKRB News
Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB) menyelenggarakan acara siang keakraban (sikrab), Minggu (9/11), di Kebun Raya Bogor yang diikuti oleh 63 orang dari seluruh angkatan.
Acara ini merupakan program kerja tahunan HKRB. Acara yang bertujuan untuk lebih mengakrabkan antar anggota HKRB ini dikemas dengan permainan secara asyik, santai dan bersenang-senang. Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan permainan sudah dimulai sejak mereka masih berada di lingkungan kampus. Acara dimulai pukul 06.00 WIB. Masing-masing kelompok diberi suatu teka-teki menggunakan aksara jawa. Teka-teki tersebut berisi pemberitahuan dimana mereka akan melakukan kegiatan sikrab ini karena memang lokasi sikrab sangat dirahasiakan oleh panitia. Setelah dapat menyelesaikan teka-teki tersebut, masing-masing kelompok harus menuju ke lokasi sikrab secara sendiri-sendiri/terpisah.

Tepat pukul 09.00 semua peserta telah sampai di lokasi yaitu di Kebun Raya Bogor. Acara dibagi menjadi 4 pos permainan. Keseruan dan keceriaan seluruh peserta terlihat, mereka sangat antusias mengikuti dan berlomba-lomba untuk dapat memenangkat setiap permainannya. Setelah itu terdapat juga sebuah permainan besar yang melinatkan seluruh angkatan 51. Nama permainannya adalah “TUMO” pitu limo (Red: Tujuh Lima). Ini adalah permainan yang sangat matematis dan permainan ini dibuat secara sangat dadakan. Dalam permainan ini terdapat 5 orang yang terkena hukuman karena tidak dapat menyelesaikan tugasnya. Kebetulan 2 dari 5 orang tersebut sedang ulang tahun pada hari tersebut sehingga pada hukuman itu, 5 orang tersebut disuruh berjalan sejauh 15 meter dengan mata tertutup dengan samping kanan kiri jalan berupa kolam air. Disinilah 2 orang yang sedang ulang tahun diberi kejutan yang sangat meriah. Setelah itu, seluruh peserta diistirahatkan untuk melakukan bersih diri, sholat, dan makan siang.



Acara penutup adalah permainan menyusun puzzle oleh angkatan 51 yang sebelumnya puzzle tersebut telah ditempeli foto masing-masing orang HKRB 51. Setelah puzzle selesai dan terbentuk menjadi tulisan HKRB, selanjutya adalah penyampaian kesan pesan sikrab dari perwakilan seluruh angkatan mulai dari angkatan 51, 50, 49, 48, dan 47. Kemudian giliran ketua HKRB menyematkan sebuah puzzle besar yang berisi foto seluruh anggota HKRB 51 dan dengan ini acara sikrab HKRB 51 ditutup.

Seluruh peserta sikrab pulang dengan perasaan senang, banyak dari mereka yang meng-upload foto keseruan,kekompakan dan kebersamaan keluarga yang tidak mempunyai hubungan darah namun sangat solid ini. Karimatul shofia irsyad HKRB 51 saat dihubungi lewat sms mengucapkan “matur suwun sampun ndamel permainan inngkang seru n berkesan”. Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Ayu Ambarwati HKRB 51 “matur suwun kangge acara sikrab’e sg seru, muga2 hkrb tambah raket n kompak”. Ada juga yang berkisah tentang sikrab ini dalam sosial media, “Mbak mas lur, Turnuwun nggo suasana keluarga neg sikrab wingi. Turnuwun ws dadi HKRB luar biasa” tulis Shinta Nur Rahmasari dalam sebuah status facebook miliknya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Nilla Istikha Aprilia yang menuliskan dalam akun facebooknya “Kebersamaan itu yg akan selalu ku kenang ^^ *sikrab HKRB 51 @Kebun Raya Bogor”. (Red: Ahmad Nurfaid)

Minggu, 12 Oktober 2014

KAWISTA JUARA DUA FESTIVAL BUNGA DAN BUAH NUSANTARA




Hari Minggu, 12 Oktober 2014 kemarin merupakan salah satu moment besar yang diikuti Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB). Digelarnya event “Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2014” menuntut kerja keras setiap OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) di IPB untuk menjadi partisipan dalam memeriahkan acara tersebut dengan ornamen-ornamen bunga dan buah khas daerah masing-masing. FBBN terselenggara berkat kerjasama antara IPB, Kementerian Pertanian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Pemerintah Kota Bogor. Pelopor event ini yaitu mahasiswa dari Himagron (Agronomi Holtikultura) sebagai wujud rasa kepedulian mereka, misi besar yang diusung pada acara ini adalah mempromosikan keunggulan bunga dan buah Indonesia kepada masyarakat luas dan terbentuknya komunitas yang fokus pada pengembangan produksi dan distribusi buah dan bunga Indonesia.
Rektor IPB, Prof Herry Suhardiyanto mengatakan, Festival Bunga dan Buah Nusantara memasuki tahun kedua penyelenggaraan yang didukung penuh sejumlah pihak seperti Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan.
"Penyelenggaraan FBBN merupakan kehormatan bagi IPB, karena dengan mencintai bunga dan buah nusantara selain meningkatkan produksi buah juga mensejahterakan para petani," kata Rektor.

Lomba karnaval ini diikuti oleh 10.000 peserta yang berasal dari SMA/SMK se-Kota Bogor dan OMDA-OMDA di IPB. HKRB sebagai salah satu OMDA di IPB merasa terpanggil  untuk ikut serta dalam acara ini dengan harapan agar dapat lebih membesarkan nama daerah  Rembang lewat buah, bunga, dan kesenian khas Rembang. Sebelum memulai karnaval, terlebih dahulu dilakukan ikrar oleh Bpk Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Bpk Suswono (Menteri Pertanian) dan Bpk Herry Suhardiyanto (Rektor IPB) bersama 10.000 peserta untuk mencintai dan mendukung bunga dan buah nusantara demi kemandirian pangan Indonesia. Deklarasi ditandai dengan makan buah nusantara bersama-sama oleh 10.000 peserta, lalu penyerahan 10.000 bibit tanaman buah oleh IPB.
Rektor IPB dan pasukan pembawa buah Kawista
Kepanitiaan karnaval dari HKRB diketuai oleh Yusuf Ahmad Suwandi, mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB. Tema yang diusung adalah “Rembang, the Cola Van Java”. Tema ini sebetulnya sama dengan tema yang diusung HKRB tahun lalu pada acara yang sama, namun ada sedikit penambahan konsep penampilannya. Konsep kali ini mengusung buah lokal khas Rembang yaitu “Kawista” yang berhasil menarik perhatian penonton karena rasa penasaran mereka, selain itu dalam karnaval ini akan menampilkan kesenian asli Rembang yaitu tarian orek-orek dan tong-tong klek yang dimainkan oleh warga HKRB sendiri. Arak-arakan HKRB diawali dengan 3 orang maskot yang memakai pakaian sangat indah dengan hiasan bunga layaknya sebuah fashion show. Disusul pasukan penari orek-orek kemudian pasukan putri pembawa buah kawista. Setelah itu ada kendaraan yang telah dihias mirip kapal dan dinaiki seorang nahkoda beserta maskot seorang ibu Kartini. Dibelakang kendaraan disusul pasukan pembawa tandu buah Kawista raksasa kemudian perempuan-perempuan memakai topi caping dengan membawa bunga sambil menari, serta paling belakang adalah pasukan tong-tongklek. Di sepanjang jalan tidak hentinya kami mendendangkan lagu kebanggan kami, Rembang Bangkit, prahu layar, dan gambang suling dengan diiringi alat musik kentongan yang didatangkan langsung dari Rembang. Begitu juga kami menampilkan puluhan buah kawista dan satu replika buah kawista raksasa yang ditandu, kawista yang kami bawa berhasil masuk display dalam stand Aneka Buah Nusantara. Keseruan kami rupanya menarik perhatian orang nomor satu se-IPB. Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto M.Sc yang memang merupakan putra asli Jawa ikut bergabung dalam rombongan kami dan ikut menyanyikan lagu “Prahu layar” bersama kami. Hingga pada akhirnya, puncak kebahagiaan kami adalah diumumkannya Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB) sebagai juara 2 lomba karnaval OMDA dalam FBBN 2014 ini. juara 1 direbut oleh IKAMI sulawesi. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh anggota HKRB dan semua pihak yang terkait dalam acara ini. Semoga tahun depan dapat ikut serta lagi dan dapat menjadi juara satu. (Ahmad Nurfaid)