Opor ayam khas Tuyuhan ini tidak perlu ada penambahan cabai atau sambal, karena kuahnya sudah terasa sangat pedas.
Kekhasan lainnya, terletak pada bentuk lontongnya yang berbentuk segitiga dengan dibungkus daun pisang dan cara menjajakkannya juga cukup sederhana seperti halnya pedagang kaki lima yang dijajakkan dengan dipikul menyusuri jalan raya.
Awalnya, lontong tuyuhan tersebut disajikan menyusuri jalan-jalan protokol untuk melayani masyarakat yang memang sedang lapar.
Saat ini, sebagian pedagang mendapatkan fasilitas tempat mangkal, sehingga pengunjung dari luar kota yang hendak merasakannya cukup memilih di antara para pedagang yang menempati kios-kios secara berjajar. Lokasi yang menjadi sentra pedagang ini berada di Desa Tuyuhan dengan jarak tempuh dari Kota Lasem, Rembang sekitar 2,5 kilometer. Lebih tepatnya dari Masjid Lasem ke arah selatan.
Bagi anda yang tak ingin repot-repot ke sentranya, cukup datang ke Alun-alun Rembang pada malam hari, karena banyak pedagang Lontong Tuyuhan yang menjajakkan masakan khas Rembang ini.
Selain bisa menikmati suasana keramaian di Alun-alun Rembang pada malam hari, anda juga bisa menikmati pemandangan bangunan Masjid Agung Rembang yang berdiri megah tepat di depan Alun-alun.
Menikmati Lontong Tuyuhan tidak harus merogoh kocek terlalu besar, karena harga satu porsi Lontong Tuyuhan beserta minumannya hanya sekitar Rp10.000.
Tempat yang juga menjadi sentra penjualan Lontong Tuyuhan ada di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, kabupaten Rembang. Jarak dari Kota Rembang ke lokasi tersebut memang cukup jauh, karena mencapai 8 kilometer. Akan tetapi, di lokasi tersebut terdapat belasan penjual Lontong Tuyuhan di sisi kanan maupun kiri jalan. Setelah menikmati Lontong Tuyuhan ini, anda dijamin pasti akan ketagihan dengan kelezatannya, rasa pedasnya yang menggoda, serta keramahan para penjualnya. (Ahmad Nurfaid)

.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar