Kejadian Dalam Kehidupan
Setiap hari kita mengalami ribuan kejadian, baik kejadian yang sesuai dengan harapan, maupun kejadian yang tidak sesuai dengan harapan. Pengalaman-pengalaman yang dialami dijadikan bahan untuk proses selanjutnya. pada tahap ini kita harus peka dan objektif terhadap kejadian yang dialami. Bisa saja ada pengalaman yang baik, tetapi terlewatkan begitu saja. Namun, jangan sampai menambah-nambah pengalaman yang sebenarnya tidak kita alami. Pengalaman ada dua jenis:
- Pengalaman langsung=> pengalaman yang terjadi dan dirasakan oleh kita sendiri. panca indra dan rasa kita terlibat mengalami kejadian tersebut.
- Pengalaman tidak langsung=> pengalaman yang terjadi pada orang lain dan kita mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan lengkap dari orang yang mengalami.
REFLEKSI
Tahap ini berusaha secara objektif melakukan refleksi sebab akibat dari kejadian atau pengalaman. proses refleksi harus dilakukan dengan jujur, hati-hati, dan terbuka. Semakin bagus proses refleksi yang dilakukan semakin mudah melakukan penarikan hikmah. Sebaliknya, jika proses refleksi kurang baik maka input untuk mengambil hikmah kurang atau tidak tepat. Inilah yang menyebabkan penarikan hikmah menjadi bias.
HIKMAH
Tahap ketiga adalah proses penarikan in sight atau aha experience atau hikmah dari kejadian. Hikmah yang diambil diusahakan memiliki kriteria berikut; objektif (tidak menambah-nambah), solutif, bersifat umum(general), menggerakkan orang untuk melakukan perubahan..
Tahap pengambilan hikmah harus melibatkan hati nurani agar Allah Swt. membimbing kita mendapatkan hikmah yang terbaik menurut-Nya.
APLIKASI DALAM KEHIDUPAN NYATA
Tahap terakhir adalah melakukan aplikasi dari hikmah yang didapat. Hikmah akan bermanfaat dan menjadikan perubahan jika kita mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Tanpa tahap ini maka tiga tahap sebelumnya tidak ada artinya.
Chalil MK.2007. Hikmah di Balik Fenomena Kehidupan. Bandung: Pustaka Madani
=== AHMAD NURFAID wong Rembang Asley ===
Tidak ada komentar:
Posting Komentar