Jumat, 27 Desember 2013

POHON YANG RINDANG

Disebuah hutan belantara yang begitu jauh, tumbuhlah sebuah pohon yang begitu rindang, daunnya begitu lebat,pohon ini sangat baik hati, ia mempersilahkan siapa saja untuk berteduh dibawah kerindangannya. tapi pohon tersebut hanya memiliki 1 buah.
Suatu hari datanglah dua burung kenari yang melihat kerindangan pohon tersebut. Kedua burung ternyata menginginkan buah tersebut. Pada suatu hari salah satu burung kenari tersebut mendapat kesempatan untuk menghampiri pohon tersebut, tanpa basa-basi sang burung kenari pertama hinggap di dahan pohon , sang burung bilang “bolehkah aku tinggal bersamamu untuk menikmati betapa enaknya buahmu yang Cuma satu itu?…” Pohon itu menjawab “silahkan kau menikmati kerindanganku, tapi maaf…,ada suatu hal yang membuat burung sejenis kamu tidak boleh memakan buahku,,lagian buahku masih muda dan belum masak,sekali lagi maaf ya burung !!,maka Burung kenaripun memahaminya dan masih berharap suatu hari dapat mendapatkan buah tersebut. Setiap hari sang burung kenari selalu menghampiri pohon rindang tersebut.
Tiba-tiba suatu hari sang burung kenari kedua mengetahui apa yang dilakukan sang burung kenari pertama, sang burung kenari kedua menyiapkan siasat agar ia bisa mendapatkan buah dari pohon tersebut. Sang burung kenari kedua mendatangi pohon, dengan lantang dan dengan merdunya, iapun memuji pohon itu “… Wahai pohon yang penuh dengan rahmat Tuhan, bolehkah aku tinggal bersamamu untuk sama-sama menikmati indahnya anugrah yang kuasa, begitu sempurna Tuhan memberikan karunia-Nya padamu…” Pohon itu merasa tersanjung dengan pujian burung kenari kedua ini, iapun mempersilahkan tinggal didahannya dan menikmati buahnya (yang mungkin sudah masak).
Setelah mengetahui bahwa buah pohon tersebut sudah diberikan ke burung kenai kedua, sang burung kenari pertama merasa kecewa berat, dalam hati burung pertama selalu bertanya-tanya,”katanya burung sejenisku tidak boleh memakan buahnya,tp knapa burung kenari kedua itu boleh mengambil buahnya??” dalam kesehariannya kini ia tidak berkicau lagi, bahkan ia sering pergi dan hinggap di dekat perkemahan sambil numpang mendengarkan lagu-lagu galau dari orang-orang yang kemah tersebut. Walau dalam hatinya banyak terdapat kekecewaan, namun ia masih senang karena sang pohon masih memberikan kerindangannya kepada burung tersebut dan burung-burung yang lain.

“SESUNGGUHNYA TIDAK ADA ORANG YANG DAPAT MENGAMBIL PELAJARAN, KECUALI ORANG YANG BERAKAL"
#urip_tntrem_pntng_akur_dulur

AnHa 26/12/2013 00:56

Tidak ada komentar:

Posting Komentar