Minggu, 12 Oktober 2014

KAWISTA JUARA DUA FESTIVAL BUNGA DAN BUAH NUSANTARA




Hari Minggu, 12 Oktober 2014 kemarin merupakan salah satu moment besar yang diikuti Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB). Digelarnya event “Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2014” menuntut kerja keras setiap OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) di IPB untuk menjadi partisipan dalam memeriahkan acara tersebut dengan ornamen-ornamen bunga dan buah khas daerah masing-masing. FBBN terselenggara berkat kerjasama antara IPB, Kementerian Pertanian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Pemerintah Kota Bogor. Pelopor event ini yaitu mahasiswa dari Himagron (Agronomi Holtikultura) sebagai wujud rasa kepedulian mereka, misi besar yang diusung pada acara ini adalah mempromosikan keunggulan bunga dan buah Indonesia kepada masyarakat luas dan terbentuknya komunitas yang fokus pada pengembangan produksi dan distribusi buah dan bunga Indonesia.
Rektor IPB, Prof Herry Suhardiyanto mengatakan, Festival Bunga dan Buah Nusantara memasuki tahun kedua penyelenggaraan yang didukung penuh sejumlah pihak seperti Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan.
"Penyelenggaraan FBBN merupakan kehormatan bagi IPB, karena dengan mencintai bunga dan buah nusantara selain meningkatkan produksi buah juga mensejahterakan para petani," kata Rektor.

Lomba karnaval ini diikuti oleh 10.000 peserta yang berasal dari SMA/SMK se-Kota Bogor dan OMDA-OMDA di IPB. HKRB sebagai salah satu OMDA di IPB merasa terpanggil  untuk ikut serta dalam acara ini dengan harapan agar dapat lebih membesarkan nama daerah  Rembang lewat buah, bunga, dan kesenian khas Rembang. Sebelum memulai karnaval, terlebih dahulu dilakukan ikrar oleh Bpk Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Bpk Suswono (Menteri Pertanian) dan Bpk Herry Suhardiyanto (Rektor IPB) bersama 10.000 peserta untuk mencintai dan mendukung bunga dan buah nusantara demi kemandirian pangan Indonesia. Deklarasi ditandai dengan makan buah nusantara bersama-sama oleh 10.000 peserta, lalu penyerahan 10.000 bibit tanaman buah oleh IPB.
Rektor IPB dan pasukan pembawa buah Kawista
Kepanitiaan karnaval dari HKRB diketuai oleh Yusuf Ahmad Suwandi, mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB. Tema yang diusung adalah “Rembang, the Cola Van Java”. Tema ini sebetulnya sama dengan tema yang diusung HKRB tahun lalu pada acara yang sama, namun ada sedikit penambahan konsep penampilannya. Konsep kali ini mengusung buah lokal khas Rembang yaitu “Kawista” yang berhasil menarik perhatian penonton karena rasa penasaran mereka, selain itu dalam karnaval ini akan menampilkan kesenian asli Rembang yaitu tarian orek-orek dan tong-tong klek yang dimainkan oleh warga HKRB sendiri. Arak-arakan HKRB diawali dengan 3 orang maskot yang memakai pakaian sangat indah dengan hiasan bunga layaknya sebuah fashion show. Disusul pasukan penari orek-orek kemudian pasukan putri pembawa buah kawista. Setelah itu ada kendaraan yang telah dihias mirip kapal dan dinaiki seorang nahkoda beserta maskot seorang ibu Kartini. Dibelakang kendaraan disusul pasukan pembawa tandu buah Kawista raksasa kemudian perempuan-perempuan memakai topi caping dengan membawa bunga sambil menari, serta paling belakang adalah pasukan tong-tongklek. Di sepanjang jalan tidak hentinya kami mendendangkan lagu kebanggan kami, Rembang Bangkit, prahu layar, dan gambang suling dengan diiringi alat musik kentongan yang didatangkan langsung dari Rembang. Begitu juga kami menampilkan puluhan buah kawista dan satu replika buah kawista raksasa yang ditandu, kawista yang kami bawa berhasil masuk display dalam stand Aneka Buah Nusantara. Keseruan kami rupanya menarik perhatian orang nomor satu se-IPB. Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto M.Sc yang memang merupakan putra asli Jawa ikut bergabung dalam rombongan kami dan ikut menyanyikan lagu “Prahu layar” bersama kami. Hingga pada akhirnya, puncak kebahagiaan kami adalah diumumkannya Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB) sebagai juara 2 lomba karnaval OMDA dalam FBBN 2014 ini. juara 1 direbut oleh IKAMI sulawesi. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh anggota HKRB dan semua pihak yang terkait dalam acara ini. Semoga tahun depan dapat ikut serta lagi dan dapat menjadi juara satu. (Ahmad Nurfaid)



Sabtu, 04 Oktober 2014

INTERNATIONAL YOUTH CAMP DAN CONCERT :INDONESIA MUSIC AND MISSION FESTIVAL (IMMF) 2014



The bigges social movement event 2014, International Youth Camp dan Concert: Indonesia Music and Mission Festival (IMMF) 2014. Perhelatan ini diselenggarakan pada 12-14 September 2014 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Rangkaian program IMMF 2014 ini diharapkan dapat memberi pengalaman langsung kepada generasi muda dalam memberi perhatian kepada berbagai permasalahan dan tantangan bangsa.
Rangkaian program IMMF 2014 dibagi menjadi empat kegiatan. Pertama, Youth Camp, yang berlangsung pada 12-14 September 2014, yang diisi dengan berbagai kegiatan dan kompetisi terkait sains, seni, budaya, kewirausahaan sosial, kepemimpinan, dengan peserta dari dalam dan luar negeri.
Kedua, Mission Fastival, yang berlangsung 12-14 September 2014. Acara ini akan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal berbagai inisiatif penanggulangan masalah sosial dalam bentuk kelembagaan maupun gerakan sosial, bisnis sosial, kewirausahaan, dan CSR.
 Ketiga, International Conference on Young Social Entrepreneurship (ICYSE), pada tanggal 13 September 2014, yang menghadirkan pembicara berkualitas dari tokoh-tokoh kewirausahaan sosial di Indonesia maupun internasional.
Terakhir, Music and Mission Big Bang Stage, pada 13 September 2014 malam, yaitu sebuah perhelatan kolaborasi antara musik dan misi-misi sosial menghadirkan pembicara dan musisi yang inspiratif bagi kaum muda.

Para artis dan musisi yang hadir:
• Glend Fredly
• Maudy Ayunda
• Mikha Angelo and The Overtunes
• Melanie Subono
• Nugie Trilogi

Inspirational Speech:
• Karen Agustiawan (50 Most Powerfull Woman-Forbes-, Indonesia)
• Felia Salim (Economist and Social Activist, Indonesia)
• Benjamin Quinones (Chairman ASEC, Philipina)
• Tom Kosnik (Cofounder of Gear Up Ventures, Consulting Professor at STVP, USA)
• Nelson David Bassey (Author of The New Generation of Leadership, Nigeria)
• Allisa Wahid (Social and Education Activist, Indonesia)

Sederet nama-nama hebat lainnya di IMMF 2014:
• Inayah Wahid (Posotive Movement, Indonesia)
• Ainun Chomsun (Founder Akademi Berbagi, Social Movement Activist, Indonesia)
• Sean Tan (Good Water, Singapore)
• David Metcalf (Australia)
• Chris Rosado (USA)
• Lorong boys (Singapore)
• Circle Drums Party (Rhonwyn, Malaysia)
• Tari Dayak Kalteng (Indonesia)

Visionary Speech: Prof. Muhammad Yunus (Nobel Peace Laurette) penerima Nobel Perdamaian.
 
Dan pada acara International Conference on Young Social Entrepreneurship (ICYSE), menghadirkan pembicara-pembicara yang tidak kalah hebatnya, antara lain:
• Bambang Ismawan (Founder Bina Swadaya, Indonesia)
• Masril Koto (Founder Bank Petani, Indonesia)
• Helianti Hilman (Javara Indigenous, Indonesia)
• Ari Sutanti (British Council, Indonesia),
dan ditutup dengan keynote dari tokoh dunia untuk social entrepreneurship: Prof. Muhammad Yunus. (Ahmad Nurfaid)

Jumat, 03 Oktober 2014

SIAPAKAH DIRI INI?

Diri ini bukanlah kita
Siapa kita?
kita hanyalah sebuah Ruh dan Jiwa
Badan ini hanyalah sebuah tempat & wadah
Bagi Jiwa dan Ruh kita untuk berbakti
Kepada yang maha kuasa
~ANf
Bogor, 3 Oktober 2014

Jumat, 15 Agustus 2014

Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

 Sejarah

Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) awalnya bernama Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak (INMT) yang sudah berdiri sejak tahun 1950. Secara struktural jurusan INMT berasal dari Lembaga Ilmu Makanan Ternak yang diketuai oleh Prof. J.H. Hutasoit di dalam struktur Fakultas Kedokteran Hewan - Universitas Indonesia. Pada tahun-tahun tersebut (1950-1960) bersama Lembaga Ilmu Ternak, kedia lembaga ini didirikan sebagai cikal bakal berdirinya Fakultas Peternakan IPB.

Pada tanggal 1 September 1963, melalui SK Presiden No. 279 Tahun 1963, Fakultas Peternakan secara resmi berdiri, demikian juga Jurusan  INMT.Hingga tahun 1994 di bawah struktur Fakultas Peternakan, Jurusan INMT bersama jurusan lain di Fakultas Peternakan mengasuh satu Program Studi yaitu Program Studi Ilmu Produksi Ternak. Pada tanggal 11 Juli 1996, sesuai dengan SK Dirjen Dikti No. 216/DIKTI/Kep/1996, Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak (NMT) untuk jenjang Pendidikan Sarjana S1 didirikan.
Sejak bulan Juni tahun 2000, Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak olah Badan Akreditasi Nasional ditetapkan sebagai Program Studi dengan nilai AKREDITASI A. 
Berdasarkan SK Rektor No. 001/K13/PP/2005 tertanggal 10 Januari 2005, nama Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak berubah menjadi Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) dengan mengelola Mayor Nutrisi dan Teknologi Pakan. Pada tanggal 18 April 2008, Badan Akreditasi nasional mengeluarkan SK 001/BAN-PT/Ak-XI/S1/IV/2008 status akreditasi A untuk Mayor Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan sampai tahun 2013. 

Latar Belakang

Produk ternak (daging, susu, dan telur) merupakan bahan pangan sumber protein berkualitas baik yang sangat dibutuhkan untuk terciptanya sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi guna memenangkan persaingan yang sangat ketat dalam era globalisasi sekarang ini.

Oleh karena itu produk ternak perlu ditingkatkan produksi dan kualitasnya guna mencukupi kebutuhan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.  Dalam hal ini, Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan berperan sangat penting karena dapat mempengaruhi kedua hal diatas. Disamping itu biaya pakan ternak merupakan komponen terbesar (sampai 70%) dalam biaya operasional suatu usaha ternak.

Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) menawarkan Program Major Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (S1) dan Program Pascasarjana (S2 dan S3) dengan Mayor Ilmu Nutrisi dan Pakan yang berkualitas untuk kader-kader bangsa yang progresif, aktif, dan kreatif dengan membekali mereka dengan ilmu nutrisi dan teknologi pakan.

Guna menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun regional, Departemen INTP melakukan pengembangan proses pendidikan secara berkesinambungan.

Kompetensi Lulusan

Kompetensi lulusan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan adalah : Pendidikan Strata S1
  • Mampu mengaplikasikan agrostologi (ilmu tumbuhan pakan), manajemen pastura dan memanfaatkan sumberdaya pakan untuk menunjang bidang peternakan terutama ternak ruminansia.
  • Mampu mengaplikasikan ilmu nutrisi dalam penyediaan pakan ternak yang efisien untuk menunjang bidang peternakan.
  • Mampu mengelola industri pakan yang sangat besar peranannya dalam penyediaan pakan ternak di Indonesia untuk menunjang perkembangan industri peternakan
Pendidikan Strata S2
  • Mengidentifikasikan, menganalisis, mengembangkan ilmu dan teknologi bidang nutrisi dan pakan
Pendidikan Strata S3
  • Mampu mengidentifikasi, menganalisis, mensintesis permasalahan sehingga dapat menghasilkan temuan baru yang berkontribusi terhadap pemecahan masalah dan kebijakan nutrisi dan pakan

Prospek Lulusan

Lulusan INTP dapat bekerja dalam bidang :
  • Pemerintahan (Pegawai Negeri Sipil) : sebagai dosen, peneliti, Departemen Pertanian, Pemerintah Daerah, Penyuluh Pertanian
  • Feedmill/Pengolahan Pakan Ternak : Nutritionist/formulator, Technical Services, Quality Control/Quality Assurance, Plant/Kepala Pabrik, Kepala Produksi
  • Industri Peternakan : Kepala Produksi/Farm Manager, Technical Service, Supervisor
  • Kemitraan/kontrak Farming : Technical service atau tenaga penyuluh lapang, Supervisor hingga manager lapang, Peternak Mitra (setelah 5 tahun dapat menjadi peternak mandiri)
  • Perbankan dan Koperasi : Manager, Supervisor, Management Trainee, Analis kredit peternakan
  • Peternak
  • Wirausaha, Program Sarjana Masuk Desa (SMD)
  • Konsultan
  • Produsen Pakan, Supplier Bahan Pakan

Staf Pengajar

Departemen INTP didukung oleh staf pengajar dan dengan kualifikasi akademik yang sangat baik. Saat ini terdapat 38 orang staf terdiri dari 24 Doktor (3 diantaranya Profesor) dan 14 Magister (lima diantaranya tengah menempuh pendidikan doktor) . Staf Pengajar merupakan lulusan dari IPB, USA, Jepang, Australia, Jerman, Prancis, Denmark, Philipina dan Malaysia.

Sekretariat Departemen

Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan

Fakultas Peternakan
Institut Pertanian Bogor

Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680
 Website : http://intp.fapet.ipb.ac.id/
Tlp. +62251-8626877; 8626213
Fax. +62251-8622842
e-mail: intp@ipb.ac.id
 

Minggu, 29 Juni 2014

SEJARAH FAKULTAS PETERNAKAN IPB

fakultas peternakan IPB
Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor yang dikenal sebagai FAPET-IPB, merupakan salah satu fakultas di Institut Pertanian Bogor dengan tugas melaksanakan pendidikan tinggi ilmu peternakan. Sejarah pendiriannya berawal dari pendirian Nederlandsch Indesche Veeartsen School di Bogor sebelum perang dunia ke II. Akan tetapi, selama pendudukan Jepang sekolah ini ditutup. Pada tahun 1946, Menteri Kemakmuran  Indonesia, atas nama pemerintah, membuka Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan di Bogor yang merupakan pengembangan dari Nederlandsch Indesche Veeartsen School. Pada tahun 1948, Perguruan Tinggi tersebut dirubah namanya menjadi Faculteit voor Diergeneeskunde. Pada saat yang sama, di Bogor telah didirikan Faculteit voor Landbouw Wetenschappen yang terdiri dari dua jurusan yaitu Jurusan Pertanian dan Jurusan Kehutanan.

Secara organik, Faculteit voor Landbouw Wetenschappen dan Faculteit voor Diergeneeskunde bernaung   di bawah Universiteit van Indonesie. Universiteit van Indonesie kemudian diubah namanya menjadi Universitas Indonesia dan pada tahun 1950, Faculteit voor Landbouw Wetenschappen diubah namanya menjadi Fakultas Pertanian dan Faculteit voor Diergeneeskunde menjadi Fakultas Kedokteran Hewan. Pada saat itu, jurusan di Fakultas Pertanian ditata kembali menjadi Jurusan Sosial Ekonomi, Pengetahuan Alam dan Jurusan Kehutanan.

Titik awal pembentukan Fakultas Peternakan IPB terjadi antara 1950-1960, yaitu penyusulan pembentukan Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak di dalam struktur Fakultas Kedokteran Hewan. Usul tersebut diajukan oleh Prof. Drs. Sutisno Djuned Pusponegoro (alm) salah seorang staf Fakultas Kedokteran Hewan. Usulan tersebut diterima dan dilanjutkan dengan pembentukan Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak. Dr. Fisher ditunjuk sebagai ketua Lembaga Ilmu Makanan Ternak. Pada tahun 1960, dilakukan pengembangan Fakultas kedokteran Hewan menjadi Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan karena sejak tahun tersebut dibuka dua minat studi yaitu Minat Kesehatan Hewan dan Peternakan. Minat studi peternakan ini merupakan program akademik yang terkait dengan keilmuan yang diemban Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak. Pada tahun 1962, Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan ini dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut. Nama ini menggambarkan adanya tiga jurusan pada Fakultas tersebut, yaitu Jurusan Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut.

Melalui Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 91 Tahun 1963 yang disahkan oleh Presiden RI Nomor 279 Tahun 1963, terhitung 1 September 1963, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut dilepas dari Universitas Indonesia dan kedua fakultas tersebut direorganisasi menjadi Institut Pertanian Bogor (disingkat IPB). Pada saat itu diputuskan bahwa IPB terdiri dari lima fakultas, yaitu : Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Selanjutnya dibuka dua fakultas baru, yaitu Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam dan paling baru Fakultas Ekologi Manusia. Hingga saat ini, IPB terdiri dari 9 fakultas. Dengan demikian, tanggal 1 september 1963 merupakan tanggal kelahiran Fakultas Peternakan IPB. Pada saat itu diputuskan bahwa kampus FAPET-IPB berlokasi di kampus IPB Jln. Gunung Gede (sekarang Jln. Raya Pajajaran) dan sebagai Dekan Pertama ditunjuk Prof. Dr. J. H. Hutasoit.

fapet.ipb.ac.id